Sistem antrean restoran
Ambil nomor di pintu. Jalan-jalan dulu. Nomor dipanggil di layar — dan kalau tamu mau, masuk juga ke WhatsApp-nya.
Mulai dari sini
Pilih satu. Kami tunjukkan susunan yang paling masuk untuk tempat seperti itu.
Dari Hong Kong ke Indonesia
Restoran ramai di Hong Kong dan Jepang sudah lama pakai kios antrean di pintu. Bukan aplikasi — kios fisik. Kami bawa polanya ke restoran ruko Indonesia, dengan harga yang masuk.
Bukan ide baru. Sudah jadi standar di kota yang antreannya jauh lebih panjang dari Jakarta.
Kayunya tukang Jakarta, softwarenya kami tulis sendiri. Bukan kotak impor yang dikunci dari pabrik.
Minta ganti kata-kata, bahasa, atau alurnya — jalan minggu itu juga. Bukan masuk daftar tunggu.
Terus terang
Belum ada yang pakai. Itu justru kenapa yang pertama dapat harga dan perhatian yang tidak akan ada lagi nanti.
Unit dipasang, dipakai satu bulan penuh. Tidak cocok — kami angkut lagi, tidak ada biaya.
Harga mitra pertama tetap milik Anda, termasuk untuk cabang berikutnya.
Anda yang menentukan arah produknya sekarang. Restoran ke-50 tidak akan bisa.
Nama Anda di cerita awal produk ini — kalau Anda mau.
Dua cara pasang
Isi sistemnya sama persis. Yang beda cuma di mana nomor antrean ditampilkan.

Layar sentuh dan printer di kasir. Papan nomor jalan di TV yang sudah Anda punya. Syaratnya satu: TV-nya ada colokan HDMI.

Satu tiang kayu oak di pintu, layar 32" dari kami. Berdiri sendiri — tidak ada yang dibor, bisa diangkat kapan saja.
Render desain. Unit pertama dikerjakan tukang kayu Jakarta.
Yang jalan hari ini
Dua layar pertama bukan mockup — itu sistemnya, jalan hari ini.
Langkah berikutnya
Ceritakan jam ramai di tempat Anda. Kalau tidak cocok, kami bilang tidak cocok — itu lebih murah untuk kita berdua.
Tanpa biaya, tanpa kontrak, tanpa presentasi 30 slide.
Kami balas lewat WhatsApp dalam 1×24 jam. Kalau mau lebih cepat, chat saja langsung di tombol atas.